Saya termasuk baru naik pesawat, langsung perjalanan 13-14 jam setara ke Surabaya tapi itu mah ga deg-degan karena jalur darat, ga ada juga turbulance.
![]() |
![]() |
Selama di pesawat aktivitasnya membaca buku do’a, tidur, berdzikir apalagi kalau ada turbulance. Waktunya makan, makan….akan diantar oleh pramugari/gara ke masing-masing kursi penumpang. “Daging?”, “Ikan?”, “Ayam?”, “Teh?” “Kopi?” seputar itu pertanyaan pramugari/gara. Sejak di pesawat calon jamaah haji dibiasakan untuk makan-makanan yang rasanya agak plane, tanpa pengawet, penyedap dan seperti itu rasa yang ditemui di penginapan di Mekah.
Salah satu menu makan siang
Kebetulan pesawat
Saudia Airlines yang saya naiki. Tapi menu tetap Indonesia, kaget juga ada
rujak dan kerupuk. Semuanya dalam kondisi hangat. Selesai makan semua sampah
akan diambil oleh pramuhari/gara.
Toilet Pesawat jauh
berbeda dengan toilet darat. Lebih sempit juga, closet tidak berair ya tapi
tetap ada push button kok. Tenang masih ada air dalam bentuk wastafel, jadi
kita tetap bisa merwudhu bagian-bagian yang wajib saja. Ketika kita BAB atau
BAK tidak ada shower ya, jadi silakan tisu di basahi di wastafel saja untuk
membersihkan.
Turbulance terjadi
dan rasanya luar biasa…bergoyang pesawat, naik turun, kiri kanan dalam waktu
yang tidak sebentar, dalam kondisi seperti itu tetap tenang banyak mengingat
Allah dan memasrahkan diri pada Allah, ingat mati toh dalam perjalanan Haji
semoga khusnul khatimah.
Mendekati posisi
miqat, pembimbing akan mengingatkan untuk calon haji untuk mempersiapkan diri,
bagi ikhwan memasang kain ihramnya. Bagi akhwat tidak ada perubahan. Menjauhkan
diri dari parfum, sabun, tisu wangi karena bagian dari larangan ihram. Pun
larangan lain diingat-ingat kembali agar tidak melanggar ketika dalam posisi
ihram. Pembimbing akan memandu niat umrah untuk diikuti oleh calon jamaah haji.
Tidak lama dari
posisi miqat pesawat mendarat. Seluruh barang bawaan seperti tas trolly dan
selempang mulai disipakan. Benturan akan cukup membuat tidak nyaman, tapi tetap
tenang adalah kuncinya.
Setelah tinggal
landas, pesawat akan berputar-putar dan kami mengkondisikan provider telepon
seluler mengkatifkan kartu kuota haji/umroh.
![]() |
Bergiliran turun dari pesawat, antri dan sabar karena sudah ihram lho hindari pertengkaran, jaga emosi.
Bandara Jeddah, King Abdul Aziz
![]() |
![]() |
||
Sengatan panas mulai terasa, tapi tidak sepanas yang dibayangkan saat itu suhu 47 derajat. Kemudian menaiki bis, atau jalan kaki sembari tas dibawa masing-masing menuju ruangan tunggu bandara.
Bis untuk mengangkut jama’ah usia risti dan pendampingnya
![]() |
![]() |
||
Sampai di ruang tunggu, istirahat, shalat, cemal-cemil, charge HP sabar menunggu panggilan menuju ruang pemeriksaan paspor dan kelengkapan berkas lainnya. Besar dan luas dan banyak sekali orang antri dari berbagai negara di masing-masing loket pemerksaan berkamera DSLR. Prosesi ini sekitar 2 jam lebih.
Ruang pemeriksaan dokumen di bandara
Buku paspor akan
dicek, dan diberi tempelan-tempelan dicap dan sidik jari akan discan plus wajah
menghadap kamera untuk difoto mungkin deteksi retina, wajah untuk kepentingan
keamanan. Repot membaw tas, ya jalani aja, jangan lupa ini adalah pertemuan
perdana dengan koper yang udah berpisah dari rumah beberapa hari sebelumnya.
Tas ini ga diteteng sendiri, langsung masuk ke dalam trolly besar dan terkelompokan
dalam satu KBIH itulah fungsinya iuran porter yang sudah dikumpulkan sejak
![]() |
manasik.
![]() |
Berjalan keluar dan plang-plang yang menunjukkan kloter sudah disiapkan. Terdapat tenda, blower besar uap air juga tempat untuk shalat. Sabar menunggu hingga kendaraan yang akan mengangkut jama’ah ke hotel datang. Perjalanan cukup panjang sekitar 3 jam dan tapi baru juga duduk makanan sudah dikelilingkan, belum lagi singgah di beberapa tempat, snack-snack dan air juga disediakan. Jadilah bawaan kita semakin menumpuk. Menjelang tiba di hotel, paspor dikumpulkan oleh coordinator dan disimpan oleh pihak hotel. Jama’ah akan dikelompokan per regu sebagai teman satu kamar dan diberikan kunci kamar masing-masing.Kamar memiliki fasilitas 5 tempat tidur, lemari penyimpanan makanan, kulkas, AC, meja kecil, lampu duduk, stopkontak internasional (3 lubang) di beberapa spot.
Fasilitas hotel lainnya adalah tempat jemur pakaian di roof top (lantai
8) dan mesin cuci 6 buah. Tidak ada tali jemuran, sehingga kita pasang sendiri
(atau nebeng yang udah manteng kan ga nyuci tiap hari), wifi di lobi, mushola,
ruang makan. Lift sejumlah 4, Tangga sejumlah 2.









0 komentar:
Posting Komentar