1-6 bulan sebelum keberangkatan

Persiapan 1-6 Bulan Sebelum Keberangkatan
 
Bimbingan haji sangat penting untuk membantu saya mempersiapkan diri menjelang keberangkatan. Sebetulnya  bisa juga melengkapi ilmu dengan membaca buku dan referensi sendiri. Tapi bagi yang bekerja, mengalokasikan waktunya agak sulit. Mengikuti Kelompok Bimbingan Haji (KBIH) membuat saya memaksakan diri untuk selama 6 bulan betul-betul menyiapkan diri
Mengikuti KBIH juga membuat saya mengenal teman sekelompok dan reg, dan semua rangkaian kegiatan berkaitan manasik, cek kesehatan, pembuatan paspor, tes kebugaran akan dimanage dan utamanya diingatkan oleh KBIH.

Manasik pertama (pra manasik), pengenalan KBIH, pengantar dari petugas kesehatan dan jadwal bimbingan haji. Bimbingan selanjutnya berjalan bulan April, Juni, Juli total pertemuan, adalah 6 pertemuan.
Selain pemberian materi, dalam manasik ini juga terdapat simulasi umroh dan haji.

 



Periksa kesehatan
Jadwal periksa kesehatan diberikan oleh KBIH di puskesmas sesuai domisili KBIH. Kita tinggal hadir, membawa sejumlah persyaratan (tanda bukti daftar haji), materai khusus untuk wanita usia subur, karena harus menandatangani surat pernyataan tidak jadi berangkat jika hamil.
Siap-siap antri....dan dalam kondisi lapar karena puasa 10 jam. Cek kesehatan ada beberapa jenis berdasarkan ruangan:
1. Cek tekanan darah, mata, lidah, berat badan, tinggi badan, bagian perut, telapak tangan, detak jantung, tenggorokan.
2. Cek darah dan urin
3. Cek paru dan rekam jantung (untuk usia di atas 40)
Notes:
Urin anda akan sedikit kalo sebelumnya tidak banyak minum
Kalo soal darah..pasrah aja deh kalo pola hidup tidak terjaga, alias dari makanan yang kurang sehat ditambah kurang olahraga, hasilnya bakal terindikasi kolesterol tinggi. Tapi tenang..dalam 6 bulan kedepan masih ada waktu untuk perbaikan.

Hasil lab ini kira-kira keluar sekitar 1 bulanan sejak pemeriksaan dan diambil sendiri hasilnya ke puskesmas tempat pemeriksaan, sekaligus konsultasi dengan dokter dan disarankan apa saja yang harus dilakukan agar hasil lab lebih baik lagi di pemeriksaan berikutnya.



Periksa kesehatan yang ke-2 juga dilaksanakan untuk mendapatkan vaksin meningitis dan flu. Selain itu dicek juga tensi, urin untuk tes kehamilan dan wawancara bersama dokter.
Rangkaian cek kesehatan membuat saya lebih hati-hati menjaga makanan dan fisik. Semakin meningkatkan latihan fisik seperti berjalan menuju tempat kerja 3.8 km setiap hari, dan menyengaja lari di lapangan olahraga.

Pembuatan paspor dilaksanakan di kantor imigrasi. Sejumlah berkas sudah disiapkan oleh Depag, karena saat pendaftaran kita sudah mengumpulkan sejumlah data, sehingga kita hanya membawa data-data asli seperti akta lahir untuk sebagai bukti kesesuaian nama dan bin/binti yang disematkan pada nama dan materai.
 
Saat sampai, memang sudah agak siang sehingga sudah antri, jadi sebaiknya datanglah sepagi mungkin, sebelum buka baiknya sudah di lokasi. Eit duduknya ternyata tidak sembarang...karena duduk itu menandakan antrian ternyata. Kami antri ke dua tempat, tempat pertama untuk mendapatkan nomor antrian, kedua adalah untuk proses wawancara dan pencetakan bukti pembuatan paspor. Pakaiannya harus rapi, karena nanti akan tercetak di paspor.


Selesai pembuatan paspor, saya kira paspor akan segera didapatkan, ternyata tidak. Paspor ini akan diambil dan diurus oleh KBIH melalui bukti pembuatan paspor yang diserahkan kepada KBIH.



Selesai pembuatan paspor, KBIH memberitahukan kami tentang jangka waktu pelunasan haji, tidak lama setelah diumumkannya biaya haji oleh presiden. Beberapa berkas diperlukan dalam pengurusan pelunasan haji ini, nama berkasnya lupa ya...kalo tidak salah bukti pendaftaran haji, foto, buku tabungan haji. Selesai pembayaran, pihak bank memberikan lembaran-lembaran baru yang harus dikumpulkan ke Depag. Kami juga harusnya dapet merchan, tapi waktu itu belum selesai, sehingga diambil setelah lebaran.



Rententan kegiatan berlanjut ke tes kebugaran. Ngapain ya...kita jam 6 diminta datang ke lapangan Pusdiku. (Memang umumnya di pusdik karena menampung banyak orang mungkin ya).  Tesnya aalah tes lari loh, sebelumnya dikasih snack dan pemanasan dulu. Larinya 1600 meter dan dihitung waktu yang menunjukkan tingkat kebugaran kita. Kalo ga bugar bukan berarti tidak lulus, tapi menjadi peringatan aja, apa yang kurang dan harus diperbaiki.


Ini nih yang juga penting, yaitu menyicil pakaian-pakaian. Sewaktu awal, dikira pakaian itu harus putiiiih aja, ternyata tidak juga kok. Yang penting nyaman, bisa-bisanya aja tukang dagang ngurutin bawaan kita, padahal ada juga yang tidak diperlukan. Misalnya nih ya..
1. Kaos daleman wanita, atau daleman gamis ga harus juga yang disediakan di toko perlengkapan haji, malahan itu terlalu panas dan tebal.
2. Celana-celana panjang untuk dalaman juga ga harus yang itu, bisa yang lain yang penting nyaman aja,
3. Sabuk ihram, yang merasa ga nyaman dengan itu, ga usah juga gapapa, punya suamiku utuh ga dipake sama sekali.
4. Baju putih kayaknya cukup 1 aja, ya 2 boleh untuk seremonial keberangkatan. Baju lainnya yang ringan, nyaman dipakai dan tidak perlu terlalu banyak. Bahannya harus dingin, alias katun dan menyerap keringat. Kenapa jangan terlau banyak, yakin deh di Mekah atau Madinah pasti ingin beli.
5. Baju hitam lebih nyaman dipakai, karena mayoritas jamaah haji dunia khususnya orang-orang Arab, timur tengah menggunakan pakaian hitam dan kita jadi kebawa ingin menggunakan pakaian hitam jadinya.
6. Kerudung putih juga ga perlu banyak-banyak, sesuaikan saja dengan pakaian, tapi panjang harus, ga nyaman aja kalo kerudungnya pendek-pendek karena lebih praktis juga untuk sekalian digunakan shalat. Karena kalo sambil thawaf terlalu banyak bawaan juga agak mengganggu mobilitas.
7. Mukena kalo bajunya panjang-panjang cukup bawa satu aja untuk kalo shalat di hotel atau shalat di perjalanan.
8. Sajadah, beli aja di sana, sekalian oleh-oleh. Tapi sajadah penting banget kita punya selama di sana, karena untuk booking tempat ketika shalat di masjidil haram ataupun mesjid nabawi, membuat kita juga lebih nyaman ketika shalat karena ga akan digeser ato diseret orang.
9. Untuk ihram bapak-bapak memang perlu bawa minimal 2, karena untuk ganti, terutama ketika ihram.

 

Selama di Pesawat dan Kedatangan


Saya termasuk baru naik pesawat, langsung perjalanan 13-14 jam setara ke Surabaya tapi itu mah ga deg-degan karena jalur darat, ga ada juga turbulance.


Selama di pesawat aktivitasnya membaca buku do’a, tidur, berdzikir apalagi kalau ada turbulance. Waktunya makan, makan….akan diantar oleh pramugari/gara ke masing-masing kursi penumpang. “Daging?”, “Ikan?”, “Ayam?”, “Teh?” “Kopi?” seputar itu pertanyaan pramugari/gara. Sejak di pesawat calon jamaah haji dibiasakan untuk makan-makanan yang rasanya agak plane, tanpa pengawet, penyedap dan seperti itu rasa yang ditemui di penginapan di Mekah.
Salah satu menu makan siang

Kebetulan pesawat Saudia Airlines yang saya naiki. Tapi menu tetap Indonesia, kaget juga ada rujak dan kerupuk. Semuanya dalam kondisi hangat. Selesai makan semua sampah akan diambil oleh pramuhari/gara.

Toilet Pesawat jauh berbeda dengan toilet darat. Lebih sempit juga, closet tidak berair ya tapi tetap ada push button kok. Tenang masih ada air dalam bentuk wastafel, jadi kita tetap bisa merwudhu bagian-bagian yang wajib saja. Ketika kita BAB atau BAK tidak ada shower ya, jadi silakan tisu di basahi di wastafel saja untuk membersihkan.

Turbulance terjadi dan rasanya luar biasa…bergoyang pesawat, naik turun, kiri kanan dalam waktu yang tidak sebentar, dalam kondisi seperti itu tetap tenang banyak mengingat Allah dan memasrahkan diri pada Allah, ingat mati toh dalam perjalanan Haji semoga khusnul khatimah.

Mendekati posisi miqat, pembimbing akan mengingatkan untuk calon haji untuk mempersiapkan diri, bagi ikhwan memasang kain ihramnya. Bagi akhwat tidak ada perubahan. Menjauhkan diri dari parfum, sabun, tisu wangi karena bagian dari larangan ihram. Pun larangan lain diingat-ingat kembali agar tidak melanggar ketika dalam posisi ihram. Pembimbing akan memandu niat umrah untuk diikuti oleh calon jamaah haji.

Tidak lama dari posisi miqat pesawat mendarat. Seluruh barang bawaan seperti tas trolly dan selempang mulai disipakan. Benturan akan cukup membuat tidak nyaman, tapi tetap tenang adalah kuncinya.
Setelah tinggal landas, pesawat akan berputar-putar dan kami mengkondisikan provider telepon seluler mengkatifkan kartu kuota haji/umroh.


Bergiliran turun dari pesawat, antri dan sabar karena sudah ihram lho hindari pertengkaran, jaga emosi.


Bandara Jeddah, King Abdul Aziz

Sengatan panas mulai terasa, tapi tidak sepanas yang dibayangkan saat itu suhu 47 derajat. Kemudian menaiki bis, atau jalan kaki sembari tas dibawa masing-masing menuju ruangan tunggu bandara.

Bis untuk mengangkut jama’ah usia risti dan pendampingnya


Sampai di ruang tunggu, istirahat, shalat, cemal-cemil, charge HP sabar menunggu panggilan menuju ruang pemeriksaan paspor dan kelengkapan berkas lainnya. Besar dan luas dan banyak sekali orang antri dari berbagai negara di masing-masing loket pemerksaan berkamera DSLR. Prosesi ini sekitar 2 jam lebih.

Ruang pemeriksaan dokumen di bandara

Buku paspor akan dicek, dan diberi tempelan-tempelan dicap dan sidik jari akan discan plus wajah menghadap kamera untuk difoto mungkin deteksi retina, wajah untuk kepentingan keamanan. Repot membaw tas, ya jalani aja, jangan lupa ini adalah pertemuan perdana dengan koper yang udah berpisah dari rumah beberapa hari sebelumnya. Tas ini ga diteteng sendiri, langsung masuk ke dalam trolly besar dan terkelompokan dalam satu KBIH itulah fungsinya iuran porter yang sudah dikumpulkan sejak

manasik.


Berjalan keluar dan plang-plang yang menunjukkan kloter sudah disiapkan. Terdapat tenda, blower besar uap air juga tempat untuk shalat. Sabar menunggu hingga kendaraan yang akan mengangkut jama’ah ke hotel datang. Perjalanan cukup panjang sekitar 3 jam dan tapi baru juga duduk makanan sudah dikelilingkan, belum lagi singgah di beberapa tempat, snack-snack dan air juga disediakan. Jadilah bawaan kita semakin menumpuk. Menjelang tiba di hotel, paspor dikumpulkan oleh coordinator dan disimpan oleh pihak hotel. Jama’ah akan dikelompokan per regu sebagai teman satu kamar dan diberikan kunci kamar masing-masing.Kamar memiliki fasilitas 5 tempat tidur, lemari penyimpanan makanan, kulkas, AC, meja kecil, lampu duduk, stopkontak internasional (3 lubang) di beberapa spot.
Fasilitas hotel lainnya adalah tempat jemur pakaian di roof top (lantai 8) dan mesin cuci 6 buah. Tidak ada tali jemuran, sehingga kita pasang sendiri (atau nebeng yang udah manteng kan ga nyuci tiap hari), wifi di lobi, mushola, ruang makan. Lift sejumlah 4, Tangga sejumlah 2.


Embarkasi



Bis memasuki embarkasi pukul 07.30, pertama kalinya rempong bawa bawaan sendiri. Mau minta minta tolong siapa, semua orang membawa barang bawaan sama banyaknya. Tas tentengan, tas passport dan tas berisi makanan. Di embarkasi, jamaah haji langsung diarahkan untuk masuk ke dalam aula “kedatangan” begitulah istilahnya. 

Di pintu masuk, jamaah haji akan dibagikan masker, 30pc alias segundukan, botol semprot 500ml dan obat-obatan (oralit, salep untuk pegal). Agak repot akhirnya ketika masuk, karena selain nenteng tas jinjing, dan keresek perbekalan, saya  memegang bungkusan yang berisi masker, botol dan obat-obatan tersebut.
TIPS: sediakan tas lipat/ tas perbekalan dengan spase yang mencukupi untuk menampung fasilitas yang dibagikan tersebut. Perbekalan pun jangan terlalu banyak, karena teman sekamar pun akan saling berbagi makanan. Membawa buah-buahan lebih disarankan untuk memperlancar BAB keesokan harinya.* Jamaah haji akan menunggu cukup lama, sekitar 15-30 menit. Sehingga bisa dimanfaatkan untuk merapikan barang bawaan di dalam tas jinjing, dan lalu akan beranjak ke kamar. Simplenya barang bawaan akan memudahkan mobilisasi.

Recent

Flickr

Comments

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Popular Posts

Popular Posts